Karena begitu banyak hal yang saya harapkan dari sebuah sim card, tidak ada satupun yang bisa memuaskan dalam semua aspek yang saya inginkan. Dan, inilah yang saya lakukan beberapa minggu ini. Mencoba satu kartu, mencari kekurangannya apa saja, kemudian membeli yang lain. Sebagai catatan awal, kartu yang sebelumnya saya pakai adalah Kartu As, StarOne, dan IM3. Sedangkan kartu lainnya dibeli beberapa minggu ini dalam selang waktu beberapa hari. Setelah puas mencoba dan mengeksplorasi, inilah hasil pendapat saya pribadi.
Kartu As, dulu dipakai saat lebih sering sms dengan keluarga dan teman yang kebanyakan pelanggan telkomsel. Kalaupun telpon, cuma dipakai sebentar. Pokoknya, sangat memenuhi kebutuhan, untuk saat itu. SMS-nya murah, dan telponpun murah apabila sebentar, karena dihitung perdetik.
StarOne, begitu membeli sebuah hp nokia cmda, langsung deh dipasang kartu ini. Saya sendiri tidak pernah memikirkan tarifnya berapa, yang saya tahu, pulsanya ngga pernah habis, bahkan buat nelpon semalaman, dan itupun dipakai setiap malam! Setelah memakai HP cdma inilah mulai berkenalan dengan yang namanya mobile browsing dengan Opera Mini 3 dan Chatting dengan Mig33.
Setelah mulai keranjingan dengan Mobile Browsing, mobile google reader, akhirnya beli hp lain yang bisa java, kali ini yang GSM, dipasanglah IM3 yang biaya GPRS-nya paling murah, saat itu. Tapi, tetap saja kartu ini boros dalam hal lainnya. Pernah juga mencoba axis yang saat itu baru lahir, dengan program promo gratis GPRS 100MB, tapi setelah habis, kartu itupun dibuang.
Ketiga kartu itulah yang cukup lama saya pakai, dengan keunggulan masing-masing. Tapi, mulai saat-saat inilah ingin mulai petualangan lagi untuk mencoba hal yang baru.
Dimulai dengan Smart, dengan paket hape modem-nya. Pulsa yang sebesar sepuluh ribu langsung saya habiskan buat sekali nelpon. Setelah itu, dia cuma difungsikan sebagai modem. Buat nelpon jelek suaranya, buat sms pun sama sekali tidak nyaman. Tapi, lumayan lah gratis 2 GB per bulannya.
Setelah itu mencoba yang axis, dengan paket asix-nya. Sebenarnya, menurut yang tertera di brosur perdananya, paket ini hanya aktif sampai akhir desember 2008 kemarin, tapi ternyata masih berlaku juga sampai sekarang, dan CS-nya pun tidak bisa memastikan sampai kapan. Jadi, anggap aja untuk selamanya. Promosi dari paket ini adalah, gratis GPRS sebesar 1 MB setiap harinya, sangat cukup buat browsing di HP. Meskipun saat pertama dipakai ada permasalahan, GPRS tidak bisa jalan. Setelah ditanyakan, ternyata harus menunggu 2×24 jam untuk bisa jalan. Sampai hari ketiga pun masih belum jalan juga, minta konfirmasi lagi ke CS yang laporan pun harus tetap bayar pulsa, akhirnya katanya nanti dilaporkan dulu, dan akan dicari tahu penyebabnya, kemudian akan diberi tahu. Meskipun tidak ada pemberitahuan sampai hari berikutnya, GPRS akhirnya bisa jalan. Karena saya tidak mau repot membawa banyak HP, maka saya akan membawa HP dengan memakai kartu ini. Itu karena saya lebih sering berinternet disamping sms juga yang lumayan murah dengan hp ini. Meskipun, orang yang ingin menelpon dan meng-sms ke nomor ini jadi mahal, tapi itu jadi pertimbangan terakhir.
Simpati, dengan tujuan untuk mencari GSM yang bisa dipakai nelpon murah, paling tidak ke sesama telkomsel. Kebetulan juga pas bulan februari kemarin ada penurunan tarif dari sebelumnya yang sangat signifikan. Lumayanlah, meskipun masih juga terasa mahal, tapi yang penting dia berasal dari telkomsel yang paling banyak pelanggannya. Hal aneh dari kartu ini adalah, selalu putus setelah pemakaian dua jam kurang lima detik alias 1 jam 59 menit 55 detik. Curang! Saya kurang tahu apa cuma saya yang mengalami ini, tapi ini menyebabkan biaya jadi mahal karena detik-detik awal tentu beda dengan perhitungan setelah detik keberapa berikutnya. Atau mungkin, cuma saya saja yang nelpon lebih dari dua jam hampir rata-rata tiga jam sekali nelpon?
XL, tidak banyak yang bisa diceritakan. Yang penting, tarifnya murah, tapi sayang pelanggannya sedikit. Akibatnya, saya cuma memakai nomor ini untuk menelpon satu orang, dan diapun kartunya sudah dalam keadaan sekarat masa tenggang.
Jadi, inilah hasil kesimpulannya,…
axis, yang selalu dibawa, untuk browsing, sms, dan menerima telepon.
IM3, wajib hidup, karena kartu ini sudah banyak yang tahu, dan bersama dengan nomor kartu as, tertera di kartu nama saya.
Smart, cuma buat modem.
StarOne, mati untuk sementara, malas men-charge HP cdma, tapi jarang dipakai.
XL, sekali pakai, nanti akan dibuang.
Simpati, dipakai cuma buat menelpon.
Hal yang paling membingungkan saat selesai membuat sebuah postingan adalah, menentukan bagian yang perlu disertakan hyperlink dan trackback. Tapi, karena lebih sering tanpa referensi apapun dari lainnya, saya lebih suka untuk polosan kayak gini…., ngga papa kan?





13 March 2009 at 5:33 PM |
gini aja om lebih fresh dan familiar….:P