Gender

8 June 2009

“Huh, cakep-cakep tapi kok bego”

Aku hanya diam mendengar omelan sahabat di sampingku ini.

“Masak ngga tahu kalau men itu artinya tolet cowok”

Aku sampai tidak tega untuk menghancurkan cinta pada pandangan pertamanya ini. Pikiranku agar dia ikutin saja ‘cewek’ itu ke toilet untuk melihat dia itu kencing sambil berdiri atau jongkok pun tidak terucapkan.


Malam…

8 June 2009

“Selamat malam, mau pesan apa pak?”

“Nggak pesen apa-apa kok, cuma mau ngasih tau, sekarang udah jam 2, jadi tidak seharusnya bukan selamat malam, tapi selamat pagi…”


Ambisi

7 June 2009

“Pagi-pagi buta seorang bapak mengambil sebuah koran dari penjual pinggir jalan. dia pergi tanpa membayar. bapak itu mati kemarin sore karena menabrak kereta yg berjalan cepat. kali ini ia sangat yakin kalau dirinya masuk headline surat kabar, hal yg selalu dia impikan sejak kecil.”


Perang

7 June 2009
"Telpon berdering dari ruangan sebelah. Seorang menteri negara berpakaian serba putih dengan sigap mengangkatnya tanpa menunggu perintahku. Diapun melaporkan hasil percakapannya di telepon kepadaku, ‘Barusan telepon dari Panglima TNI yang menyatakan kalau pasukan sudah siap menyerang Malaysia. Tinggal menunggu perintah dari bapak’. ‘Lakukan segera. Perang ini harus kita selesaikan demi bangsa’…

 

… Sang menteri kemudian kembali ke tempat duduknya. Ah, sebal sekali aku hari ini, padahal aku ingin melihat secara langsung perang tersebut, tapi Paspampres dan para menteri tidak pernah membolehkanku untuk keluar dari istana kepresidenan. Aku resmi menghuni istana yang di gerbangnya tertulis ‘Rumah Sakit Jiwa Menur’ ini setelah pilpres kemarin, tanpa perlu pengangkatan dari MPR".